AC Milan Kalah 0-2 dari Benfica, Gagal Manfaatkan Peluang di San Siro
Sultanbola – AC Milan kalah 0-2 dari Benfica pada matchday pertama fase liga Liga Europa 2026/2027. Bermain di San Siro, Rossoneri tidak mampu mengubah peluang menjadi gol. Benfica memanfaatkan kesempatan dengan lebih efektif lewat gol Dodi Lukébakio pada menit ke-16 dan Jakub Kamiński pada menit ke-53.
Hasil ini membuat AC Milan mengawali Liga Europa tanpa poin. Kekalahan tersebut juga menunjukkan masalah Milan di depan gawang karena tekanan dan beberapa peluang yang mereka ciptakan tidak menghasilkan gol.
Bagaimana AC Milan kalah 0-2 dari Benfica?
AC Milan harus mengakui keunggulan Benfica setelah gagal memanfaatkan peluang dan kehilangan konsentrasi pada dua momen penting.
Benfica membuka skor pada menit ke-16. Jakub Kamiński mengirim bola kepada Dodi Lukébakio di sisi kanan. Lukébakio kemudian bergerak ke tengah sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang masuk ke pojok gawang Mike Maignan.
Milan mencoba meningkatkan tekanan setelah tertinggal. Namun, Benfica tetap mampu menjaga pertahanannya dan beberapa kali mengancam lewat serangan cepat.
Situasi kembali menyulitkan Milan pada awal babak kedua. Pada menit ke-53, Souffian El Karouani mengirim umpan dari sisi kiri dan Kamiński menyelesaikannya dengan tembakan dari dalam kotak penalti. Gol tersebut membuat Benfica unggul 2-0.
Siapa pencetak gol Benfica ke gawang AC Milan?
Dodi Lukébakio dan Jakub Kamiński menjadi pencetak gol Benfica.
Lukébakio mencetak gol pertama pada menit ke-16 melalui tembakan dari luar kotak penalti. Gol kedua datang dari Kamiński pada menit ke-53 setelah menerima umpan El Karouani.
Dua gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan. Milan memang mencoba membangun serangan, tetapi Benfica lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan di area berbahaya.
Mengapa AC Milan gagal mencetak gol?
AC Milan gagal mencetak gol karena penyelesaian akhir mereka tidak cukup efektif. Beberapa serangan mampu mencapai area pertahanan Benfica, tetapi Milan tidak berhasil mengubah peluang tersebut menjadi gol.
Filippo Terracciano sempat memaksa kiper Benfica, Anatoliy Trubin, melakukan penyelamatan. Christian Pulisic juga mendapat peluang setelah masuk pada awal babak kedua. Namun, Trubin kembali mampu menggagalkan tembakan pemain Milan tersebut.
Milan juga mencoba menambah tekanan melalui pergantian pemain. Pulisic, Mario Gila, Alexis Saelemaekers, Diego Moreira, dan Adrien Rabiot masuk pada babak kedua. Perubahan tersebut belum cukup untuk mengubah skor.
Apakah AC Milan benar-benar mendominasi pertandingan?
Penguasaan bola dan jumlah serangan tidak otomatis menghasilkan kemenangan. Dalam pertandingan ini, Milan memang berusaha mengendalikan permainan, tetapi Benfica lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Benfica bahkan memiliki beberapa kesempatan untuk menambah keunggulan. Georgiy Sudakov sempat melepaskan tembakan yang mengenai tiang pada babak pertama.
Milan juga sempat meminta penalti setelah beberapa insiden di kotak penalti Benfica. Namun, wasit Jarred Gillett tidak memberikan tendangan penalti pada insiden yang melibatkan Samuel Hutchinson dan Strahinja Pavlović.
Karena itu, masalah Milan bukan sekadar penguasaan permainan. Rossoneri perlu meningkatkan kualitas penyelesaian akhir sekaligus mengurangi kesalahan ketika menghadapi serangan lawan.
Apa arti kekalahan AC Milan dari Benfica?
Kekalahan 0-2 membuat AC Milan mengawali fase liga Liga Europa 2026/2027 dengan nol poin. Laga melawan Benfica menjadi pertandingan pertama Milan di kompetisi Eropa musim ini.
Milan selanjutnya akan menghadapi Salzburg pada 15 Oktober 2026. Setelah kehilangan poin di kandang, Rossoneri membutuhkan hasil positif pada pertandingan berikutnya untuk memperbaiki posisi mereka dalam persaingan fase liga.
Apa yang harus diperbaiki AC Milan setelah kalah dari Benfica?
Ada dua aspek utama yang perlu diperbaiki Milan.
Pertama, penyelesaian akhir. Milan harus mampu mengubah peluang menjadi gol. Tekanan ke pertahanan lawan tidak cukup jika serangan berakhir tanpa tembakan yang tepat sasaran.
Kedua, pertahanan. Dua gol Benfica menunjukkan bahwa Milan harus lebih cepat menutup ruang di sekitar kotak penalti. Lukébakio mendapat ruang untuk melepaskan tembakan pada gol pertama, sedangkan Kamiński menemukan ruang di kotak penalti ketika mencetak gol kedua.
Perbaikan pada dua aspek tersebut penting karena Milan tidak selalu bisa mengandalkan penguasaan bola untuk mendapatkan hasil positif.
Kesimpulan
AC Milan kalah 0-2 dari Benfica pada matchday pertama Liga Europa 2026/2027 di San Siro. Dodi Lukébakio membuka skor pada menit ke-16, lalu Jakub Kamiński menggandakan keunggulan Benfica pada menit ke-53.
Milan mencoba memberikan tekanan dan menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir mereka tidak cukup efektif. Benfica justru mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik dan membawa pulang tiga poin.
