Granit Xhaka Terancam Dipenjara Akibat Beli Sertifikat Vaksin Covid
Granit Xhaka sedang menghadapi masalah hukum di Swiss. Ia mengaku pernah memperoleh sertifikat vaksin Covid-19 tanpa menjalani vaksinasi.
Kasus tersebut kini masuk penyelidikan Kejaksaan Lucerne. Xhaka juga sudah meminta maaf atas keputusannya.
Pemain Sunderland itu menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang. Ia juga bersedia mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
Berita ini menjadi perhatian penggemar sepak bola. Pasalnya, Xhaka merupakan kapten Timnas Swiss.
Pembaca dapat mengikuti berita sepak bola terbaru melalui SultanBola.
Granit Xhaka Mengakui Membeli Sertifikat Vaksin
Kasus Granit Xhaka berawal dari sertifikat vaksin Covid-19 yang ia miliki.
Xhaka mengaku tidak menerima vaksin sesuai keterangan dalam sertifikat tersebut. Ia mendapatkan dokumen itu saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.
Saat itu, Xhaka memiliki keraguan terhadap vaksin. Ia juga mengaku merasa takut.
Karena itu, Xhaka mengambil keputusan yang salah. Kini, ia mengakui kesalahan tersebut.
Xhaka kemudian menyampaikan permintaan maaf. Ia juga menyatakan siap membantu proses penyelidikan.
Kasus Granit Xhaka Masuk Penyelidikan
Kejaksaan Lucerne kini menangani kasus Granit Xhaka.
Pihak berwenang sedang memeriksa asal-usul sertifikat tersebut. Mereka juga ingin mengetahui proses penerbitannya.
Penyelidikan tidak hanya menyangkut Xhaka. Seorang dokter di Lucerne juga pernah diperiksa dalam kasus yang berkaitan dengan sertifikat Covid.
Polisi Swiss bahkan melakukan penggeledahan pada 2023. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari bukti yang berkaitan dengan perkara.
Dokter yang diperiksa membantah tuduhan tersebut.
Granit Xhaka Bisa Menghadapi Hukuman Penjara
Kasus Granit Xhaka memiliki potensi konsekuensi hukum.
Sejumlah laporan menyebut pemalsuan dokumen tertentu di Swiss dapat mendapat hukuman hingga lima tahun penjara.
Namun, hukuman tersebut bukan keputusan untuk Xhaka. Proses penyelidikan masih berlangsung.
Artinya, belum ada kepastian bahwa Xhaka akan masuk penjara. Otoritas Swiss harus menyelesaikan pemeriksaan terlebih dahulu.
Setelah itu, pihak berwenang akan menentukan langkah hukum berikutnya.
Granit Xhaka Mengaku Menyesal
Granit Xhaka tidak membantah pengakuan tersebut.
Ia menyadari bahwa keputusan yang dibuat saat pandemi merupakan kesalahan. Xhaka juga mengaku menyesal.
Selain itu, ia sudah meminta maaf kepada publik.
Xhaka juga memilih untuk bekerja sama dengan otoritas Swiss. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses yang sedang berjalan.
Kasus Granit Xhaka Berdampak ke Timnas Swiss
Kasus Granit Xhaka juga berpengaruh terhadap Timnas Swiss.
Xhaka tidak bergabung dengan skuad Swiss untuk agenda internasional kali ini. Keputusan tersebut dibuat setelah pembicaraan antara Xhaka dan federasi sepak bola Swiss.
Timnas Swiss tetap menjalankan persiapan tanpa Xhaka.
Sementara itu, sang pemain fokus menghadapi persoalan yang sedang diperiksa oleh otoritas Swiss.
Belum ada keputusan mengenai masa depan Xhaka bersama tim nasional.
Granit Xhaka Punya Rekor Bersama Swiss
Granit Xhaka merupakan salah satu pemain paling berpengalaman di Timnas Swiss.
Ia sudah lama menjadi bagian dari skuad nasional. Xhaka juga dipercaya sebagai kapten.
Reuters melaporkan Xhaka telah mencatat 152 penampilan bersama Swiss. Catatan tersebut menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional Swiss.
Karena itu, absennya Xhaka menjadi perhatian.
Namun, perkembangan hukum dan karier sepak bolanya merupakan dua hal yang berbeda.
Bagaimana Kelanjutan Kasus Granit Xhaka?
Kasus Granit Xhaka masih belum selesai.
Kejaksaan Lucerne masih melakukan penyelidikan. Xhaka juga telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama.
Saat ini, belum ada keputusan mengenai hukuman.
Termasuk kemungkinan hukuman penjara, semuanya masih menunggu proses hukum.
Karena itu, informasi mengenai Xhaka harus disampaikan secara hati-hati. Belum tepat mengatakan bahwa Xhaka pasti akan dipenjara
